JURNAL IT - Selama bertahun-tahun, platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp telah menjadi ruang digital "gratis" yang menghubungkan miliaran orang.
Namun, lanskap ini sedang mengalami pergeseran besar.
Meta kini tengah bersiap untuk menguji coba langganan premium baru yang akan menempatkan sejumlah kemampuan kecerdasan buatan (AI) dan fitur tambahan di balik "paywall" atau akses fitur berbayar.
Langkah ini bukan sekadar tentang verifikasi akun seperti layanan Meta Verified yang sudah ada sebelumnya.
Langganan baru ini dirancang untuk membuka produktivitas dan kreativitas yang lebih tinggi, memberikan pengguna kendali lebih besar atas cara mereka berbagi dan terhubung di platform tersebut.
Meskipun layanan inti Instagram, Facebook, dan WhatsApp akan tetap gratis, Meta berencana menghadirkan set fitur eksklusif yang berbeda untuk setiap aplikasi.
Salah satu yang paling dinantikan adalah integrasi Manus, rangkaian agen AI umum yang diakuisisi Meta senilai 2 miliar USD, yang akan memungkinkan pengguna untuk melakukan riset, berkreasi, dan membangun langsung di dalam aplikasi,.
Dari Video AI hingga Fitur Pengintai
Perubahan model bisnis ini juga akan menyentuh Vibes, pengalaman video pendek yang dihasilkan AI.
Setelah sempat tersedia secara gratis sejak peluncurannya, Meta dilaporkan akan beralih ke model "freemium", di mana peluang pembuatan video tertentu hanya bisa diakses melalui langganan berbayar.
Selain fitur AI yang canggih, bocoran dari pengamat teknologi menunjukkan bahwa langganan premium di Instagram mungkin akan menawarkan fitur-fitur praktis yang selama ini diinginkan pengguna, seperti:
- Kemampuan untuk melihat daftar akun yang Anda ikuti namun tidak mengikuti Anda kembali.
- Fitur untuk melihat Story tanpa memberi tahu pengguna yang mengunggahnya (anonim).
- Pembuatan daftar audiens yang tidak terbatas.
Mengapa Meta melakukan ini? Jawabannya terletak pada investasi besar-besaran.
Tidak seperti kompetitor seperti OpenAI atau Google yang langsung mengenakan biaya untuk akses model AI tingkat tinggi mereka, keluarga model AI milik Meta (Llama) tetap bersifat sumber terbuka (open-source) dan gratis.
Meta kini berusaha menarik kembali sebagian pendapatan yang telah diinvestasikan ke dalam pengembangan AI tersebut.
Tantangan terbesarnya kini adalah meyakinkan pengguna bahwa fitur-fitur AI di media sosial ini cukup berharga untuk dibayar.
Di dunia di mana pengguna sudah terbiasa mendapatkan segalanya secara cuma-cuma, Meta harus membuktikan bahwa kendali ekstra dan kecanggihan AI yang mereka tawarkan memang sepadan dengan harganya.(*)
0 Komentar